
Sebuah hati tersayat, sepotong maksiyat terburai ke lantai.
Baunya busuk lebih dari comberan,
rupanya lebih menjijikkan dari daging berbelatung.
Sesosok menakutkan, nista, hina, bongkok, kerdil, hitam, pincang
menghampiri dalam kebekuan,
meraih onggokan merah menghitam itu dan menyorongkannnya tepat ke depan wajah yang terkesima ketakutan.
“Mengapa menghindar?
Ini amalan perbuatanmu sendiri di dunia.
Bawalah ini ke hadapan Tuhanmu, dan katakan padaNya bahwa kau tak membawa wewangian, karena kau tak menyulingnya di dunia.
Kau tak membawa keindahan karena kau tak memolesnya di dunia.
Dan sampaikan salamku padaNya.
Katakan bahwa sosok jiwamu yang buruk rupa menyerahkan pertanggungjawaban dalam ketidakberdayaan.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar